Cerita InspirasiKu

Author: febrinita.ulfah10
09 15th, 2010

Sebenarnya saya bingung untuk menceritakan apa yang bisa terinspirasi dari dalam diri saya. Setelah saya bertanya – tanya kepada teman teman baik saya, dia menyarankan untuk menceritakan tentang semangat saya untuk mendapatkan PTN sampai akhirnya saya diterima melalui jalur SNMPTN dan diterima oleh IPB. Sangat tidak mudah ternyata untuk mendapatkan perguruan tinggi negeri bagi saya, saya harus melalui banyak cobaan dan rintangan. Pada awalnya saya sangat ingin sekali diterima di PTN Bandung yang sudah sangat terkenal dan saya ingin sekali masuk kedalam fakultas seni rupa dan desain nya. Sebelum saya mengikuti tes SNMPTN ini saya mengikuti banyak tes – tes dan les di luar kota. Awalnya sebelum ujian sekolah saya sudah persiapan untuk mengikuti tes SIMAK UI dan setelah pengumuan sekolah selesai pun saya pergi ke Bandung untuk mengikuti tes SMUP Unpad. Tetapi apa yang saya lakukan belum cukup, saya ditolak oleh kedua universitas tersebut. Tetapi saya tetap berusaha untuk semangat dan berusaha dengan kemampuan saya. UMB pun saya ikuti dan yang terakhir jalur mandiri yaitu USM ITB. Pada saat yang bersamaan pengumuman UMB dan USM pun sama, saat itu saya sangan down sekali, karena setelah gagal di UMB dan USM pun saya gagal. Padahal saya sangat optimis sekali untuk bisa masuk ke PTN di Bandung tersebut. Tapi ibu selalu bilang untuk berusaha dan tetap tawakal, Allah mempunyai jalannya masing – masing untuk umatnya. Saya tidak putus asa untuk mendapatkan PTN terbaik di Indonesia. Akhirnya saya memilih ITB dan IPB sebagai pilihan saya terakhir di tes SNMPTN. Sebenarnya saya sudah tidak ingin berharap lebih dari hasil tes tersebut, tapi saya tetap semangat mengerjakan saya berusaha untuk bisa dan selalu berdoa kepada Allah agar memudahkan jalan saya. Pada saat mengikuti tes SNMPTN pun saya berada di Bandung setela mengikuti les selama 1 bulan lebih. Tibalah saat pengumuman SNMPTN, disitu saya tidak ingin berharap lebih tetapi saya memohon untuk diberikan yang terbaik. Alhamdulillah sekali akhirnya penantian saya kurang lebih 3 bulan lamanya untuk mendapatkan sebuah PTN terbaik se-Indonesia terkabulkan, tidak sia-sia rasanya. Memang benar semangat dan tetap tawakal kepada Allah akan memudahkan segalanya. Tidak lupa untuk bersedekah karena sedekah bisa melancarkan segala urusan. Selalu semangat dalam menghadapi cobaan, insya Allah kita bisa melewatinya.



Cerita Inspirasi :)

Author: febrinita.ulfah10
09 15th, 2010

Pada malam ke-25 bulan Ramadhan kemarin, saya bertemu lagi dengan ibu – ibu yang pernah saya jumpai pada bulan Ramadhan tahun lalu dan Ia bisa membuat saya sangat terharu dan terenyuh. Seorang perempuan yang kelihatannya baik – baik saja ternyata Ia seorang tuna netra. Ceritanya pada bulan Ramadhan tahun lalu, ada seorang bapak – bapak yang menggandeng ibu – ibu paruh baya dan meminta tolong kepada saya untuk menuntun sang ibu sampai di dalam mesjid dan duduk dibarisan saff solat tarawih. Awalnya saya kurang yakin kalau sang ibu seorang tuna netra karena Ia tidak terlihat seperti orang yang tidak bisa melihat. Tetapi pada saat saya maju untuk mengisi saff yang kosong didepan, si ibu tidak terlihat untuk maju juga dan duduk disebelah saya, lalu saya mengatakan pada si ibu untuk maju dan mengisi saff di depan. Si ibu berkata, tolong dituntun saya untuk maju kedepan. Akhirnya saya menuntun si ibu kembali untuk duduk di depan. Saya memperhatikan si ibu yang sangat khusyuk dalam mengerjakan ibadah dan ia tetap melaksanakan ibadahnya dengan baik walaupun ia sudah tidak bisa melihat. Saat solat tarawih pun selesai saya menengadahkan tangan untuk bersalaman tetapi si ibu tidak menyambutnya dan pada saat saya menyenggol, si ibu pun meminta maaf karena ia tidak bisa melihat. Akhirnya saya menyadari bahwa si ibu memang tidak bisa melihat. Didalam hati saya berkata, beruntungnya saya yang masih bisa melihat indahnya dunia ini. Bisa melihat semua warna, sedangkan Ia hanya bisa melihat satu warna saja yaitu hitam. Tetapi si ibu mungkin lebih beruntung, karena Ia ikhlas dalam menerima cobaan dan tetap tawakal kepada Allah SWT. Ia tetap melaksanakan ibadah sunahnya, Ia tetap semangat mengerjakan perintah yang diberikan oleh Allah SWT. Sedih sekali rasanya melihat diri ini, saya sangat terinspirasi dengan si ibu yang masih mempunyai semangat untuk beribadah yang tekun mendekatkan diri kepada Allah walaupun dalam keadaan terbatas yang tidak bisa melihat dan hanya bisa mendengarkan. Saya ingin lebih bertakwa kepada Sang Pencipta yang telah memberikan penglihtan sehingga saya bisa merasakan melihat indahnya dunia ini walapun sudah semakin rusak karena tidak terawat. Semoga saya bisa meniru sifat si Ibu yang tetap semangat mengerjakan ibadah, bertakwa walaupun cobaan melanda, dan tetap melaksanakan perintah yang diberikan oleh Allah dengan baik dan benar meskipun gelap menutupi pandangannya.